Kamis, 30 Desember 2010

Majalah Kritis di Cina Diberangus Sebelum Sempat Terbit

Deutsche Welle
Majalah Kritis di Cina Diberangus Sebelum Sempat Terbit
Party edisi perdana
BEIJING--Majalah Party yang kritis pertama beredar Juli 2010. Edisi kedua yang sedianya terbit bulan Agustus tak kunjung beredar. Selasa (28/12), pemiliknya mengaku telah membatalkannya. Tapi kini meluas dugaan pembrangusan yang dilakukan aparat berwenang.



Namun pernyataan resmi yang menyalahkan pemerintah maupun badan sensor di Cina, sama sekali tidak ada. Dalam blognya, sang pendiri Han Han menyebut, keputusan untuk tidak menerbitkan majalah Party terkait masalah dengan penerbit dan percetakan. Tanpa alasan jelas, perusahaan itu tiba-tiba membatalkan perjanjian yang telah dibuat.

Vincent Brossel dari organisasi pemantau media, Wartawan Tanpa Batas Negara mengatakan, bisa jadi ada alasan birokratis atau politis alasannya. "Saya kira pemerintah China tidak ingin blogger yang paling terkenal dan berpengaruh di Cina ini memimpin sebuah majalah. Apalagi melalui blognya, ia dikenal sebagai orang yang berusaha mendobrak aturan dan batasan yang selama ini dipatuhi masyarakat," ujarnya.

Bagi pemerintah Cina, sebuah majalah bisa menjadi tantangan besar karena terbit setiap minggu. "Oleh sebab itu tampaknya ada tekanan politik untuk membekukan majalah itu sebelum menjadi populer."

Party adalah majalah sastra dan budaya yang mengulas masalah sosial di Cina secara kritis. Menurut Han Han beberapa hari setelah terbitan perdananya, sekitar 1,5 juta majalah habis terjual.

Media Cina biasanya diawasi ketat oleh badan sensor pemerintahnya, yang dapat dengan mudah mendenda penerbit dan pemilik, atau bahkan menutup sebuah media bila dianggap terlalu jauh menyoroti isu politik yang sensitif. Hal ini pula menyebabkan sejumlah pemantau politik curiga dan bertanya-tanya mengenai alasan dipetieskannya majalah itu.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Deutsche Welle

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...